SOP Subarashi untuk diabetes tipe 2

Testimoni SOP 100 untuk diabetes Setelah 24 Hari Begini kondisinya

SOP 100+ untuk Diabetes bagaimana caranya? Apakah produk AFC ini manis, tidak ada efek samping, takutnya malah membuat penyakit diabetesnya lebih parah nanti, mohon penjelasannya.

Penyakit diabetes adalah penyakit yang sangat menakutkan, apalagi sampai sudah luka, ada banyak pengalaman buruk dengan teman-keluarg teman yang mengalami, ada yang sudah amputasi jari ada juga yang sampai kaki sudah membusuk. Biasanya ciri-cirinya di awali dengan tingginya glukosa (kadar gula darah).

Testimoni SOP 100+ untuk Diabetes

Paman saya mengalami penyakit diabetes yang lumayan parah, sehingga menimbulkan komplikasi pada kaki paman saya akibat kadar gula darah tinggi yang tak terkontrol, bahkan setelah menjalani operasi, luka pada kaki paman saya tidak mau menutup dan mengalami infeksi parah sehingga paman saya tidak dapat berjalan.

Namun setelah mengkonsumsi SOP100+ selama 24hari, kaki paman saya sudah terbentuk jaringan darah putih, tidak sakit dan tidak bernanah lagi.

Kini sudah dapat berjalan dengan normal, walaupun masih tetap mengkonsumsi SOP100+. Untuk perawatan anda silahkan konsumsi 2kali sehari pagi dan malam hari sebelum makan, anda berikan jarak 1 jam sebelum makan saja.

Semoga anda dan saya terhindar dari penyakit ini, tetapi memang harus disadari, bahwa penyakit ini harus di hindari kalau bisa dengan mengenali gejalanya. Selain itu kita perlu tau beberapa faktor resikonya.

Faktor Resiko Diabetes

Kadang kita menyadari, ketika terjadi banyak sekali yang menyesal. Makanya kalau dalam kegiatan seminar SOP Subarashi selalu diungkapakan lebih baik mencegah dari pada mengobati.

Beberapa faktor resiko terjadinya penyakit diabetes adalah sebagai berikut :

Kelebihan Berat badan

Jadi gemuk itu cenderung dilambangkan dengan kemakmuran, padahal dalam dunia kesehatan, ini lebih cenderung mudah terjangkit dengan penyakit kronis salah satunya adalah diabetes.

faktor risiko diabetes melitus tipe 2
Faktor Resiko Diabetes

Jadi orang yang mengalami obesitas diperkirakan sekitar 80-85% akan mengalami masalah penyakit diabetes tipe 2 jika dibandingkan dengan orang yang memiliki berat badan ideal. Kira-kira mengapa demikian? :

  1. Masalah respon inflamasi, bahwa lemak perut kurang sensitif terhadap insulin yang dihasilkannya dengan mengganggu fungsi sel responsif insulin dan kemampuannya untuk merespons insulin, ini karena lemak perut mengeluarkan bahan kimia pro inflamasi, ini juga disebut dengan resistensi insulin
  2. Terganggunya Metabolisme Lemak, jika anda mengalami kegemukan akan terjadi perubahan metabolisme. inilah yang menyebabkan jaringan lemak (jaringan adiposa) melepaskan molekul lemak ke dalam darah, apa yang terjadi? ini bisa memengaruhi sel yang responsif terhadap insulin dan menyebabkan berkurangnya sensitivitas insulin.

Sebaiknya anda jaga berat badan ideal anda ya gaes.

Riwayat Diabetes dari Keluarga

Repot juga ya, kalau faktor genetika ini. Makanya sebelum anda mencari pasangan, anda harus kenali, jangan-jangan punya genetika diabetes, kan repot tuh nanti, heheh… Tapi bukan itu point petingnya, bahwa siapa saja bisa punya resiko untuk mengidap penyakit ini. Sudah di bahas tadi masalah obesitas menjadi pehatian.

Kemudian bagi anda yang sudah punya riwayat dari keluarga, maka sebaiknya memang agar menjaga pola hidup sehat seperti :

  1. Mengatur pola makan yang sehat
  2. Rajin melakukan olahraga atau aktivitas fisik
  3. Hindari stress dan tidur teratur

Jika anda memang sudah memiliki riwayat dari kelurga, maka sejak SMA anda sudah harus rutin cek darah. Faktor resiko berikutnya adalah usia.

Usia

Pada dasarnya penyakit diabetes bisa saja menjangkit siapa saja tanpa memandang usia, tetapi kecenderungan memang yang menderita penyakit ini cenderung di atas 40 tahun. Tapi itu dulu, karena memang gaya hidup sekarang berbeda, sehingga umur 12-25 tahun juga serkarang menjadi rentan terpapar penyakit ini.

Kurang Aktif Bergerak

Malas berkeringat? Yes salah satunya, sehingga lebih nyaman kerja di ruangan ber Ac dan setiap hari tanpa anda aktivitas, pergerakan yang bisa membantu mengeluarkan keringat. Kerja dikantor 8 jam sehari, dalam perjalanan pulang naik transportasi yang ber AC dan juga pulang ke rumah, tetap berada dilingkungan yang hampir sama dengan yang 8 jam tadi di kantor.

Ternyata tidak baik, karena itu upayakan untuk melakukan pergerakan atau minimal olahraga ringan 20menit setiap hari, selain makan makanan yang bergini, pergerakan juga sangat dibutuhkan.

Kolesterol dan Trigliserida Tinggi

Trigliserida adalah merupakan lemak yang terdapat di dalam darah, selain dari kolesterol dan lemak. Trigliserida dihasilkan oleh organ hati, tetapi sebahagian juga terdapat dari makanan seperti daging, keju, susu, nasi, minyak goreng, dan mentega, lemak dari makanan inilah yang diubah tubuh menjadi energi.

Tingginya trigliserida tidak boleh dianggap sepele, bisa terjadi penebalan pada dinding pembuluh darah, dan meningkatkan risiko penyakit, seperti stroke dan serangan jantung.

Perpaduan antara gula darah dan kolesterol yang tinggi memicu terbentuknya sumbatan di pembuluh darah, ini juga akan beresiko untuk komplikasi stroke dan jantung.

Komplikasi diabetes melitus tipe 2

Diabetes dapat menyebabkan dua potensi ancaman untuk kaki yang dapat menyebabkan amputasi yaitu :

Kerusakan Saraf (neuropati diabetik)

Ketika jaringan saraf di kaki r usak, sensasi rasasakti menjadi berkurang. Itu sebabnya, kaki dapat terluka atau terpotong tanpa penderita menyadarinya.

komplikasi diabetes melitus tipe 2
komplikasi diabetes melitus tipe 2

Mengurangi Aliran darah

Diabetes juga dapat mempersempit pembuluh arteri, sehingga dapat mengurangi aliran darah ke kaki. Dengan kurangnya darah untuk memberi nutrisi pada jaringan kaki, maka luka menjadi sulit untuk disembuhkan.

Luka kecil yang tersembunyi di bawa kaki dapat cepat berkembang menjadi luka besar yang parah. Luka dan infeksi yang terlanjur parah dapat menyebabkan dilakukannya amputasi kaki.

Pengobatan Diabetes dengan Stem cell

Perkembangan pengobatan dari dunia medis juga terus beregerak, salah satunya adalah pengobatan dengan terapi stem cell. Untuk penyakit diabetes juga bisa dilakukan hal tersebut dengan menggunakan kemampuan stem cell dapat megenerasi sendiri dan memperbahui sel-sel yang rusak dan yang masih bisa di regenerasi dan mengotrol gula darah.

Pengobatan Diabetes Melitus dengan Stem Cell
Pengobatan Diabetes Melitus dengan Stem Cell

Potensi penggunaan Stem Cell :

  1. Stroke, trauma cedera otak, kurang tanggap, alzheimer
  2. Gigi Hilang
  3. Luka
  4. Transpalasi Tulang, Cidera Tulang Belakang
  5. Radang Sendi
  6. Kebotakan
  7. Penyakit mata dan pendengaran
  8. Gangguan Otot
  9. Serangan jantung
  10. Gangguan Usus
  11. Diabetes

Terapi stemcell bagi penderita diabetes

Menggunakan kemampuan stemcell yang dapat mempengaruhu diri tanpa batas untuk meningkatkan jumlah sel B Pankreas.

Stemcell dapat memperbaiki sel-sel islet yang mengalami penuaan atau matu, kemudian menurunkan kadar glukosa darah dan mengobati diabetes dari akarnya.

Testimoni SOP 100+ Untuk Diabetes
Testimoni SOP 100+ Untuk Diabetes

Note : Gambar di atas sudah lama tidak mengering, setelah mengkonsumsi SOP 100+ rutin selama 3bulan, 2kali sehari, maka lukanya udah hilang dan tanpa bekas.

Kelebihan terapi stemcell untuk diabetes :

  1. Mengobati diabetes dari akarnya
  2. Jumlah Sel B pankreas, mencegah penurunan fungsi sel B dan secara maksimal menyelamatkan dan memulihkan fungsi pankreas
  3. Mencegah munculnya komplikasi serius, seperti kaki diabeteik, gangguan jantung, dll

SOP Subarashi memiliki paten regenerasi sel yang dapat membantu anda dalam meregenerasi sel-sel yang rusak pada tubuh anda. Selain itu SOP Subarashi telah teruji secara klinis dapat membantu menurunkan kadar gula dalam darah melalui regenerasi sel (beta) pankreas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat